BNPT Temukan 21.199 Konten Radikalisme-Terorisme di Media Sosial Sepanjang 2025

1 week ago 26
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Ilustrasi ragam Sosial Media. Foto: Shutterstock

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menemukan sebanyak 21.199 konten bermuatan intoleransi, radikalisme, hingga terorisme di media sosial sepanjang tahun 2025.

Hal itu disampaikan Kepala BNPT, Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono, dalam konferensi pers perkembangan tren terorisme Indonesia 2025, di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (30/12).

"Sepanjang tahun 2025 ditemukan sekitar 21.199 konten bermuatan intoleransi, radikalisme, dan terorisme," ujar Eddy dalam paparannya.

Eddy menyebut, konten radikalisme hingga terorisme itu paling banyak ditemukan di platform milik Meta.

"Yang tersebar di Meta, Meta itu Facebook dan Instagram sebanyak 14.314 konten. Kemudian TikTok sebanyak 1.367 konten, dan X sebesar 1.220 konten," papar dia.

Kepala BNPT Komjen (Purn) Eddy Hartono didampingi Sestama BNPT Bangbang Surono dan Wakil Ketua KPAI Jasra Putra menyampaikan paparannya saat pernyataan pers akhir tahun dan perkembangan tren terorisme Indonesia 2025 di Jakarta, Selasa (30/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Ia menjelaskan, hasil tersebut merupakan temuan Satuan Tugas (Satgas) Kontra Radikalisasi yang baru dibentuk oleh BNPT. Satgas ini merupakan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga yang berfokus pada penanganan terorisme melalui ruang digital.

"Nah, terhadap konten-konten tersebut, Satgas Kontra Radikalisasi telah melakukan upaya pemutusan akses, ya, kepada Komdigi," terangnya.

"Jadi, BNPT membentuk Satgas Kontra Radikalisasi, ini juga gabungan. Jadi ada BNPT, ada BIN, ada BAIS TNI, ada Komdigi, ada BSSN, dan kementerian terkait untuk memantau ruang digital," imbuh dia.

Lebih lanjut, Eddy menekankan bahwa konten terkait terorisme di Indonesia terus menjadi ancaman bagi ruang digital.

"Dari fenomena tadi ya, perkembangan terorisme tersebut, ya, bahwa tetap ancaman terorisme ini bersifat persisten dan adaptif gitu," tutur dia.

"Sama dengan kami gunakan juga istilahnya dari PBB ya, bahwa terorisme tetap menjadi ancaman ya, dan sifatnya adaptif ya, tergantung daripada situasi. Dan apalagi sekarang mereka sering menggunakan ruang digital untuk melakukan tadi tiga hal, propaganda, rekrutmen, dan pendanaan terorisme," pungkasnya.

Untuk menghadapi itu, BNPT pun melaksanakan sejumlah program pencegahan. Di antaranya, yakni Sekolah Damai, Kampus Kebangsaan, Desa Siap Siaga, hingga penguatan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di 36 provinsi.

Read Entire Article