Memberikan obat pada balita sering menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Di usia ini, anak masih belajar memahami lingkungan dan orang di sekitarnya, termasuk rutinitas harian serta interaksi dengan orang dewasa. Tak heran jika mereka kerap menolak minum obat, meskipun sedang sakit. Hal serupa dialami oleh ibu @syaharanieptr, yang membagikan pengalamannya menghadapi dua anak dengan respons berbeda. Sang adik relatif lebih mudah minum obat, sementara kakak perempuannya justru menolak. Perbedaan ini menunjukkan bahwa setiap anak memiliki tingkat pemahaman dan cara menghadapi rutinitas minum obat yang tidak sama.
Apa yang Bisa Dilakukan agar Anak Mau Minum Obat?
Dokter Spesialis Anak dr. Aisya Fikritama, Sp.A, menjelaskan balita sebenarnya belum sepenuhnya memahami alasan atau aturan yang disampaikan orang dewasa. Termasuk perihal pemberian obat, Moms. Karena itu, orang tua disarankan memberikan penjelasan singkat tentang obat dan menghindari kebiasaan membohongi anak. “Anak usia 3–4 tahun ke atas sudah mulai memahami maksud orang dewasa. Jika terlalu sering dibohongi, anak bisa semakin menolak minum obat atau merasa takut setiap kali melihat obat,” jelas dr. Aisya kepada kumparanMOM, Sabtu (3/1). Alih-alih memaksa atau membohongi, orang tua dapat mencoba pendekatan yang lebih sehat dan konsisten, seperti:
Selain itu, orang tua juga perlu memperhatikan beberapa hal jika ingin mencampur obat dengan makanan atau minuman. Pasalnya, tidak semua obat aman dikonsumsi bersamaan dengan makanan tertentu. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
“Jika ragu, selalu tanyakan kepada dokter atau apoteker apakah obat boleh dicampur dengan makanan,” pesan dr. Aisya. Dengan pendekatan yang sederhana dan konsisten, balita dapat merasa lebih nyaman saat minum obat tanpa rasa takut atau trauma. Hal ini juga membantu orang tua menjaga rutinitas pengobatan tetap berjalan dengan lancar.

1 week ago
22





































