Istanbul (ANTARA) - Arab Saudi, Sabtu (3/1) menyambut permintaan Presiden Yaman Rashad al-Alimi, pemimpin pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional, untuk menggelar konferensi komprehensif guna membahas solusi adil atas isu Yaman selatan.
Dalam pernyataan melalui platform media sosial X, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan bahwa respons Riyadh terhadap permintaan al-Alimi didasarkan pada pernyataan-pernyataan sebelumnya yang menegaskan bahwa persoalan Yaman selatan merupakan isu yang adil dengan dimensi historis dan sosial.
Disebutkan pula bahwa satu-satunya cara untuk menyelesaikannya adalah melalui dialog dalam kerangka solusi politik yang menyeluruh bagi Yaman.
“Berdasarkan hubungan erat antara kedua negara bersaudara serta kepentingan bersama yang ada dalam situasi saat ini,” kata kementerian itu, Arab Saudi menyambut permintaan tersebut dan mendorong seluruh faksi di wilayah selatan Yaman untuk berpartisipasi secara aktif dalam konferensi itu.
Partisipasi tersebut diharapkan dapat merumuskan kerangka komprehensif bagi solusi adil yang menangani persoalan Yaman selatan serta aspirasi sah masyarakat setempat.
Yaman mengalami eskalasi situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak Selasa (30/12), setelah pasukan Dewan Transisi Selatan atau Southern Transitional Council (STC) mengambil alih kendali atas wilayah Hadhramaut dan Al-Mahra pada awal Desember.
Kedua provinsi tersebut mencakup hampir setengah wilayah Yaman dan berbatasan langsung dengan Arab Saudi.
Pada hari yang sama, Arab Saudi menuduh Uni Emirat Arab mendorong pasukan Dewan Transisi Selatan/STC untuk melakukan operasi militer di sepanjang perbatasan selatan Kerajaan Arab Saudi di wilayah Hadhramaut dan Al-Mahra. Tuduhan tersebut dibantah oleh Abu Dhabi.
Dewan Transisi Selatan/STC menyatakan bahwa pemerintah Yaman secara beruntun telah meminggirkan wilayah selatan secara politik dan ekonomi, serta menyerukan pemisahan diri.
Sementara itu, otoritas Yaman menolak klaim tersebut dan menegaskan kembali komitmen mereka terhadap persatuan negara.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Uni Emirat Arab sebut pasukannya telah kembali dari Yaman
Baca juga: Indonesia terus pantau eskalasi di Yaman, dorong dialog politik damai
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

1 week ago
7





































