Aksi koboi nan arogan Donald Trump terhadap Presiden Venezuela

1 week ago 5
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Trump dan para pengambil kebijakan politik serta bisnis di AS tentu tak akan diam jika Venezuela makin masuk dalam pengaruh China yang adalah pesaing terberat AS dalam segala matra hubungan internasional.

Jakarta (ANTARA) - Sejak Presiden James Monroe memaklumatkan politik luar negeri "Amerika untuk Amerika" pada 1823 --bahwa Belahan Bumi Barat (Western Hemisphere) harus steril dari intervensi, pengaruh, dan kepentingan Eropa--, Amerika Serikat (AS) menganggap Benua Amerika adalah "halaman depan" mereka.

Akibatnya, setiap kekuatan luar yang mencoba masuk atau menanamkan pengaruh di "halaman" mereka itu akan dianggap sebagai undangan untuk intervensi dan bahkan invasi AS di benua tersebut.

Western Hemisphere merujuk kepada wilayah sebelah barat Eropa, yang secara geopolitik adalah wilayah yang berada di Benua Amerika, termasuk kepulauan Karibia.

"Doktrin Monroe" diaplikasikan pada tingkat ekstrem pada masa Perang Dingin, untuk mencegah komunisme internasional dan pengaruh Uni Soviet menancap di Benua Amerika, sehingga tidak menjadi ancaman bagi AS di depan hidungnya sendiri.

Pada periode itu, AS melancarkan intervensi di berbagai negara di selatan wilayah mereka tersebut.

Intervensi ini tak hanya dilakukan secara langsung lewat invasi dan serangan militer seperti dilakukan Donald Trump terhadap Nicolas Maduro baru-baru ini di Venezuela, tapi juga secara tidak langsung.

Apa yang terjadi pada Maduro mirip dengan yang menimpa Manuel Noriega di Panama yang diinvasi AS pada 1989, dan Grenada pada 1983.

Namun, ada kalanya invasi itu gagal seperti terjadi pada Invasi Teluk Babi di Kuba pada 1961.

Di luar itu, AS yang sejarahnya berlumuran darah dengan penaklukan asing di berbagai negara di seluruh dunia sejak merangkul Doktrin Monroe pada 1823, lebih sering melancarkan intervensi secara tak langsung, lewat kudeta yang disponsori oleh dinas intelijen mereka, CIA (Central Intelligence Agency).

Di antara yang bisa disebut adalah penggulingan Presiden Salvador Allende di Chile pada 1973, pendongkelan Presiden Jacobo Arbenz di Guatemala pada 1954, dan kudeta terhadap Presiden Joao Goulart di Brazil pada 1964.

Alasannya selalu demi demokrasi atau penegakan hukum, padahal yang muncul setelah para presiden yang dipilih secara demokratis itu digulingkan adalah para diktator lalim seperti Augusto Pinochet yang menggulingkan Allende di Chile pada 1973.

Baca juga: Wapres: Maduro tetap Presiden Venezuela

Baca juga: Pascaditangkap AS, Maduro dan Istri Tiba di New York dengan Pesawat

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article