Alat berat meratakan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Mijen, Semarang, Jawa Tengah, Senin (11/8/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Timbunan sampah di Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai sekitar 6 juta ton, namun lebih dari separuhnya berakhir tanpa pengelolaan memadai. Kondisi ini menimbulkan risiko kesehatan publik dan lingkungan di daerah dengan puluhan TPA yang masih beroperasi secara open dumping.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah Widi Hartanto mengatakan, dari total timbulan tersebut baru 41 persen atau sekitar 2,46 juta ton yang dikelola. Sisanya, 59 persen atau sekitar 3,54 juta ton, tidak masuk kategori pengelolaan karena berakhir di TPA open dumping.
“Untuk timbunannya sepanjang 2025 kurang lebih sekitar 6 juta ton,” ujar Widi saat ditemui di Kantor DPRD Jawa Tengah, Semarang, Selasa (6/1/2026).
Widi menjelaskan, sampah yang masuk ke TPA open dumping tidak dihitung sebagai pengelolaan karena tidak tertutup dan berpotensi menimbulkan dampak kesehatan. “Kalau sampah di tempat open dumping ini kan tidak tertutup, jadi bisa berdampak pada kesehatan masyarakat,” katanya.
Pada 2026, DLHK Jateng menargetkan tingkat pengelolaan sampah naik menjadi 51 persen dengan mendorong perubahan sistem pengolahan di daerah.
Menurut Widi, transformasi TPA menjadi TPST menjadi kunci untuk menekan sampah tak terkelola. Ia menyebut, saat ini terdapat 46 TPA di seluruh wilayah Jateng, namun belum seluruhnya menerapkan metode sanitary landfill.
“Kami mendorong kabupaten dan kota bertransformasi dari TPA menjadi TPST, termasuk melakukan penutupan tanah agar open dumping berubah menjadi sanitary landfill atau controlled landfill,” ucapnya.
Widi juga menekankan peran masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah dari hulu. Ia mengatakan, pemilahan sampah rumah tangga, terutama pengolahan sampah organik menjadi kompos, dapat memangkas timbulan hingga separuhnya.
“Kalau masing-masing bisa mengolah, 50 persen sampah itu sebenarnya sudah bisa tertangani,” kata Widi.

4 days ago
18





































