Moskow (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan pada Selasa bahwa Rusia memantau dengan saksama perkembangan terkait kapal tanker minyak Rusia "Marinera" yang dilacak oleh militer AS di perairan internasional, tempat kapal tersebut berlayar secara sah.
Menurut kementerian itu sebagaimana dikutip Kantor Berita TASS, kapal tanker berbendera Rusia tersebut telah dilacak selama beberapa hari oleh kapal milik Penjaga Pantai AS, kendati posisinya berada sekitar 4.000 kilometer dari pantai Amerika.
Pihak Rusia memantau perkembangan tersebut secara saksama dan penuh kekhawatiran akibat perhatian tidak wajar yang diberikan oleh AS, sembari menyerukan kepada negara-negara Barat yang menyatakan komitmennya terhadap kebebasan navigasi agar "mulai menerapkan prinsip tersebut pada diri mereka sendiri."
"Marinera," yang sebelumnya dikenal sebagai "Bella I," merupakan kapal yang dikenai sanksi AS, lapor media AS.
Kapal tanker tersebut, yang dijadwalkan mengangkut minyak di Venezuela, tidak dapat berlabuh akibat blokade AS. Usai dilacak oleh Penjaga Pantai AS pada Desember 2025, kapal tanker tanpa muatan itu mengecat bendera Rusia pada bagian lambungnya, mengubah namanya, dan mengganti negara tempat kapal tersebut terdaftar secara resmi menjadi Rusia.
Pada akhir Desember, Moskow melayangkan nota diplomatik kepada Washington, yang menuntut agar pihak AS berhenti melacak kapal tanker tersebut.
Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

3 days ago
14





































