Tokyo (ANTARA) - Badan pengawas nuklir Jepang mengkritik operator pembangkit listrik tenaga nuklir di Jepang tengah karena dugaan pemalsuan data gempa bumi dan menyebut insiden itu sangat serius.
Kepala Otoritas Regulasi Nuklir (Nuclear Regulation Authority/NRA) Jepang, Shinsuke Yamanaka, mengatakan dalam sebuah pertemuan bahwa ini adalah kasus pemalsuan data inspeksi yang berkaitan langsung dengan keselamatan, dan jelas merupakan suatu pelanggaran, lapor lembaga penyiaran publik Jepang, NHK.
Laporan media lokal, Rabu, menjelaskan, insiden tersebut melibatkan reaktor No. 3 dan No. 4 di PLTN Hamaoka di Prefektur Shizuoka yang dioperasikan oleh Chubu Electric Power Co., yang sedang berusaha mengajukan izin kepada pihak regulator untuk mengaktifkan kembali reaktor-reaktor itu.
NRA akan menangguhkan inspeksi terhadap kompleks Hamaoka terkait kemungkinan pengaktifan kembali reaktor, kata Yamanaka.
Dalam pertemuan rutin berikutnya pada 14 Januari, otoritas pengawas nuklir tersebut akan membahas soal perlu tidaknya meminta laporan dari Chubu Electric atau menugaskan sekretariatnya untuk melakukan penyelidikan langsung di lokasi, papar laporan itu.
Pada Senin (5/1), Chubu Electric mengatakan karyawannya mungkin telah menggunakan data yang dipilih secara sengaja untuk potensi gempa bumi dalam uji ketahanan gempa di PLTN itu agar dapat lolos dari pemeriksaan regulasi sehingga dapat beroperasi kembali.
Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

3 days ago
13





































