Kuala Lumpur (ANTARA) - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru memulangkan seorang warga negara Indonesia berinisial MSA yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) tersangka tindak pidana, ke Bangkalan, Jawa Timur.
KJRI Johor dalam keterangan yang diterima di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu, menyatakan MSA dipulangkan dengan pendampingan langsung oleh Staf Teknis Polri dan Staf Fungsi Konsuler KJRI Johor Bahru untuk diserahkan kepada Polres Bangkalan guna menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia.
Langkah repatriasi ini dilakukan setelah MSA teridentifikasi sebagai tersangka tindak pidana keimigrasian Malaysia.
Sebelumnya, pada 22 Oktober 2025, KJRI Johor Bahru menerima informasi dari Kepolisian Iskandar Puteri, Johor, mengenai penangkapan MSA bersama 23 WNI lainnya yang diduga mencoba masuk ke Malaysia secara ilegal melalui Forest City.
Melalui koordinasi dengan Divhubinter Polri, diketahui bahwa MSA tercatat dalam DPO Polres Bangkalan, Jawa Timur, sebagai tersangka pelaku tindak pidana pemerkosaan.
Sebelum dipulangkan, MSA telah menjalani proses persidangan di Malaysia atas pelanggaran Akta Imigrasi 1959/63. Dalam proses tersebut, KJRI Johor Bahru memfasilitasi pendampingan hukum bagi yang bersangkutan, hingga akhirnya pengadilan memutuskan MSA dilepaskan dengan peringatan.
Keberhasilan pemulangan ini tidak lepas dari koordinasi yang baik antara KJRI Johor Bahru dengan Jabatan Imigresen Johor Bahru, Kepolisian Iskandar Puteri, Polres Bangkalan, Kantor Imigrasi Kelas I TPI, dan BP3MI/LTSA Surabaya.
Hal ini menegaskan komitmen KJRI Johor Bahru untuk terus memberikan perlindungan WNI, menghormati hukum setempat, serta mendukung penegakan hukum di Indonesia.
Baca juga: Kemlu pulangkan ratusan WNI rentan dari detensi imigrasi Johor Bahru
Baca juga: KJRI Johor Bahru beri layanan imigrasi di pulau terpencil Malaysia
Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

2 days ago
11




































