Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak tinjau calon lokasi Kampung Haji RI di Makkah, Arab Saudi, Senin (20/10/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Managing Director Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Toto Pranoto menilai hadirnya kampung haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi, akan meningkatkan layanan kepada jamaah haji Indonesia.
"Layanan terhadap jamaah haji juga bisa lebih baik, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak Indonesia,"ujar Toto saat dihubungi di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Selain itu, ia mengatakan hadirnya kompleks haji akan mendorong perkembangan ekosistem ekonomi penunjang kegiatan haji dari Indonesia."Tentu ekosistem ekonomi penunjang asrama haji Indonesia, seperti industri katering, kesehatan, pariwisata, bisa ikut berkembang. Jadi, dari sisi ini dampaknya bisa positif,"ujar pengamat BUMN tersebut.
Di sisi lain, ia tetap mengimbau perlunya koordinasi dan sinergi antara Danantara Indonesia dan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) dalam melakukan pengelolaan kompleks haji di Tanah Suci tersebut.
"Baiknya harus ada unsur koordinasi dan sinergi antarpihak tersebut (Danantara dan Kemenhaj) dengan optimal, supaya layanan akomodasi haji Indonesia bisa berjalan lebih baik,"kata Toto.
Ia mencontohkan, apa yang telah dilakukan oleh Lembaga Tabung Haji (TH) di Malaysia, yang telah memberikan manfaat berupa efisiensi biaya sehingga ongkos menunaikan ibadah haji di negeri Jiran menjadi lebih murah.
"Pengalaman serupa sudah dijalankan oleh Lembaga Tabung Haji di Malaysia sejak beberapa tahun lampau, manfaatnya jelas selain kepastian soal akomodasi, mereka juga bisa lakukan efisiensi biaya sehingga ongkos haji Malaysia relatif lebih murah,"ujar Toto.
sumber : Antara

2 days ago
21





































