REPUBLIKA.CO.ID,OSLO — Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyerukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan respons tegas atas rencana terbaru Israel memperkuat kendali dan memperluas penjajahannya atas wilayah Tepi Barat. Abbas menilai, langkah Tel Aviv tersebut bakal merintangi upaya perdamaian yang tengah dijalankan Trump.
Hal itu disampaikan Abbas seusai melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store di Oslo pada Rabu (11/2/2026). Abbas mengatakan, selain soal kebijakan terbaru Israel yang hendak memperkuat kontrol atas Tepi Barat, dia dan Store turut membahas soal aksi kekerasan pemukim Yahudi dan pembekuan dana senilai 4 miliar dolar AS oleh Tel Aviv yang ditujukan untuk rakyat Palestina.
“Pelanggaran-pelanggaran serius ini membutuhkan tanggapan tegas dari pemerintahan AS dan komunitas internasional karena menghambat upaya Presiden (Donald) Trump dan merupakan pelanggaran hukum internasional,” kata Abbas awak media, dikutip laman Al Arabiya.
Pada hari yang sama, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Turk, juga menyoroti keputusan terbaru kabinet keamanan Israel yang dinilai hendak meniadakan eksistensi Palestina. "Ini adalah langkah lain oleh otoritas Israel untuk membuat negara Palestina yang layak menjadi tidak mungkin, yang melanggar hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri,” ujar Turk dalam sebuah pernyataan.

12 hours ago
5







































