Singapura (ANTARA) - Pemerintah RI terus melakukan berbagai strategi agar UMKM Indonesia mampu menembus pasar Kanada lewat Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Kanada (ICA-CEPA), termasuk memberikan pembinaan berkelanjutan.
"Salah satu strategi utama yang dilakukan adalah pembinaan berkelanjutan melalui kerja sama dengan kementerian/lembaga lain yang memang tugas fungsinya melakukan pembinaan sektor," kata Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko B. Witjaksono di Singapura, Rabu (11/2).
Berbicara di sela-sela forum Canada in Asia Conference (CIAC) 2026, Djatmiko menjelaskan bahwa pembinaan tersebut mencakup sektor manufaktur, industri, pertanian, hingga transportasi, dengan melibatkan kementerian teknis terkait.
Menurutnya, jumlah pelaku usaha di Indonesia sangat besar dan perlu terus dikembangkan karena perekonomian nasional tidak mungkin sepenuhnya digerakkan oleh pemerintah.
"Selain BUMN, peran sektor non-pemerintah, termasuk UMKM, justru menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi," katanya.
Dia menilai bahwa UMKM merupakan tulang punggung dalam pengembangan ekonomi nasional.
Oleh karenanya, pemerintah terus mendorong agar UMKM mampu memanfaatkan potensi pasar global, termasuk Kanada, guna menciptakan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.
Meski demikian, katanya, proses untuk menembus pasar global tidak mudah sehingga diperlukan peningkatan kapasitas produksi, penguatan kualitas produk, serta kemampuan pemasaran agar UMKM Indonesia mampu bersaing dan memenuhi standar pasar internasional.
Dia menambahkan bahwa pasar Kanada yang tergolong sangat maju masih menjadi tantangan krusial bagi UMKM Indonesia untuk menembus pasar negara tersebut.
"Maju di sini artinya sudah sesuai dengan aturan global. Kebijakan Kanada yang benar-benar memastikan keamanan, kesehatan, dan keselamatan sering kali menjadi tantangan bagi pelaku usaha Indonesia, khususnya UMKM, karena kapasitasnya masih terbatas," kata Djatmiko.
Adapun keterbatasan UMKM yang dimaksud, katanya, mencakup pengetahuan, kemampuan teknis, teknologi, kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga permodalan.
"Untuk memenuhi standar pasar Kanada, pelaku usaha dituntut menghadirkan produk dengan kemasan yang baik, memenuhi standar keamanan dan keselamatan, serta kualitas yang konsisten—yang pada akhirnya membutuhkan dukungan modal dan pembinaan berkelanjutan agar UMKM mampu memanfaatkan peluang ICA-CEPA dengan optimal," katanya.
Baca juga: Menteri Ekraf: UMKM perkuat fondasi ekonomi nasional
Baca juga: ICA-CEPA diproyeksikan buka peluang signifikan RI–Kanada
Baca juga: Kemenkop ajak aliansi koperasi internasional bermitra perkuat KDMP
Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

12 hours ago
5







































