Beijing (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri China mengatakan pihaknya akan terus memainkan peran dengan caranya sendiri saat diminta untuk menjadi mediator hubungan antara Korea Selatan dan Korea Utara.
"Menjaga perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea merupakan kepentingan bersama semua pihak. China akan terus memainkan peran konstruktif dengan caranya sendiri untuk tujuan ini," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Rabu (7/1).
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung saat bertemu dengan Presiden Xi Jinping pada Senin (5/1) mengatakan bahwa ia telah meminta Xi untuk memainkan peran mediasi dalam perbaikan hubungan Korea Selatan dan Korea Utara dan memulai kembali pembicaraan tentang program nuklir Pyongyang.
Presiden Lee mengatakan penting untuk membekukan program nuklir dan rudal Korea Utara terlebih dahulu guna mencegah perluasan persenjataan nuklir dan proliferasi senjata nuklirnya.
Kepala Negara Korsel itu menilai China memiliki pandangan yang sama dengannya.
Lee juga menyebut bahwa semua saluran komunikasi antara Korea Utara dan Korea Selatan saat ini telah terblokir dan terdapat “nol kepercayaan” antara kedua negara. Ia berharap China dapat berperan sebagai mediator untuk perdamaian di kawasan tersebut.
Xi menanggapi dengan menyerukan agar Seoul menunjukkan “kesabaran” dalam hubungannya dengan Pyongyang mengingat tingkat ketegangan yang tinggi.
Mao Ning juga menyatakan bahwa kedua presiden mencapai pemahaman penting tentang saling menghormati kepentingan inti masing‑masing negara, serta memperkuat koordinasi kebijakan dan kerja sama dalam urusan internasional dan multilateral.
"China siap bekerja sama dengan Korea Selatan untuk mewujudkan kesepahaman penting antara kedua presiden, meningkatkan komunikasi dan koordinasi, memperdalam kerja sama di berbagai bidang, memperluas kepentingan bersama, dan mencapai hasil yang lebih nyata untuk kepentingan kedua bangsa," tambah Mao Ning.
Pada Senin (5/1), Pyongyang mengkonfirmasi telah melakukan uji coba rudal hipersonik, dengan pemimpin Kim Jong Un mengatakan penting untuk "memperluas... pencegahan nuklir" mengingat "krisis geopolitik baru-baru ini" merujuk pada serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela dan penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
China diketahui sebagai mitra dagang terbesar Korea Utara dan pendukung diplomatik utamanya.
China sesungguhnya telah mendesak semua pihak yang terlibat dalam masalah di Semenanjung Korea untuk menahan diri, serta dalam beberapa tahun terakhir berulang kali mencegah upaya AS dan pihak lain untuk memperketat sanksi terhadap Korea Utara meskipun uji coba senjatanya dilarang berdasarkan resolusi PBB.
Korea Utara menolak untuk terlibat dalam dialog dengan Korea Selatan dan AS, serta telah mengambil langkah-langkah untuk memperluas persenjataan nuklirnya.
Baca juga: Presiden Korsel akui teknologi & otomotif China, bidik kolaborasi baru
Baca juga: Presiden Korsel tegaskan prinsip satu China jelang bertemu Xi Jinping
Baca juga: Presiden China-Korsel bertemu, tegaskan stabilitas hubungan dua negara
Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

3 days ago
13





































