Baru 15 Persen Wajib Pajak Muslim Gunakan Fasilitas Zakat Sebagai Pengurang Pajak, Ini Alasannya

3 days ago 15
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sebanyak 70 persen dana zakat di Indonesia masih disalurkan secara tradisional dan tidak melalui lembaga resmi. Kondisi ini membuat pemanfaatan zakat sebagai pengurang pajak tetap rendah, yakni baru sekitar 15–20 persen dari wajib pajak Muslim.

Ketua Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah (PEBS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Rahmatina Kasri menilai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 114 Tahun 2025 membawa arah kebijakan yang lebih jelas dalam pengelolaan zakat sebagai pengurang pajak.

“Kami melihat PMK 114/2025 semangatnya cukup baik karena mengonsolidasikan aturan zakat sebagai pengurang pajak. Kebijakan ini berpotensi mendorong perbaikan atau distribusi kekayaan yang lebih adil,” ujar Rahmatina kepada Republika, Rabu (7/1/2026).

Meski demikian, ia menilai dampaknya terhadap perubahan perilaku masyarakat Muslim dalam jangka pendek masih terbatas. “Dalam jangka pendek, pengaruhnya terhadap perilaku Muslim mungkin belum terlalu signifikan, apalagi mengingat sekitar 70 persen dana zakat masih disalurkan secara tradisional dan bukan melalui lembaga zakat resmi,” katanya.

Menurut Rahmatina, dominasi penyaluran zakat nonformal membuat fasilitas pengurangan pajak sulit dimanfaatkan karena tidak disertai bukti administrasi yang diakui sistem perpajakan. Padahal, PMK 114/2025 telah menyederhanakan ketentuan dengan menyatukan berbagai regulasi yang sebelumnya terpisah.

“Selama ini memang pemanfaatan zakat sebagai pengurang pajak masih rendah, antara lain karena administrasi yang agak rumit, terbukti dari regulasi yang tersebar di empat PMK lama, kurangnya NPWP pada lembaga amil zakat kecil, serta literasi yang rendah, sehingga hanya sekitar 15–20 persen wajib pajak Muslim yang mengklaim zakat sebagai pengurang pajak,” ujarnya.

PMK 114/2025 menegaskan zakat yang dibayarkan melalui badan atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan pemerintah dapat dikurangkan dari penghasilan bruto, sepanjang didukung bukti pembayaran yang sah dan tidak menimbulkan rugi fiskal. Aturan ini juga mewajibkan lembaga penerima zakat memiliki NPWP serta menyampaikan laporan penerimaan kepada Direktorat Jenderal Pajak secara berkala.

Dalam lampiran aturan tersebut, pemerintah menyertakan contoh penerapan pengurangan pajak atas zakat yang lebih sederhana, termasuk penyatuan bukti pembayaran dan persyaratan administrasi. Skema ini dinilai berpotensi meningkatkan penghimpunan zakat melalui lembaga resmi.

Rahmatina menilai dampak terbesar kebijakan ini justru akan terasa dalam jangka panjang. “Dalam jangka panjang, kebijakan ini bisa membuat administrasi zakat lebih efisien sehingga pengumpulan zakat meningkat,” ujarnya.

Ia menambahkan peningkatan dana zakat berpotensi memberikan dampak sosial yang lebih luas. “Zakat yang lebih besar berpotensi mempercepat pengentasan kemiskinan dan mengurangi ketimpangan, apalagi jika sebagian besar zakat disalurkan untuk zakat produktif,” ucapnya.

Read Entire Article