Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut tengah membuka opsi memberikan uang kepada warga Greenland untuk mendorong wilayah itu lepas dari Denmark dan bergabung dengan Negeri Paman Sam.
Seperti yang diberitakan Reuters, sejumlah pejabat AS mendiskusikan kemungkinan pemberian uang tunai itu kepada penduduk Greenland. Informasi ini disampaikan oleh empat sumber yang mengetahui pembahasan internal tersebut.
Meski nilai pasti dan mekanisme pembayarannya belum ditetapkan, angka yang dibahas berkisar antara USD 10 ribu hingga USD 100 ribu per orang, atau sekitar Rp 160 juta hingga Rp 1,6 miliar.
Diskusi itu menjadi jauh lebih serius, termasuk kemungkinan pembayaran maksimal USD 100 ribu per orang, yang jika diterapkan akan menelan biaya hampir USD 6 miliar.
Dengan populasi sekitar 57 ribu jiwa, rencana itu dipandang sebagai salah satu cara AS untuk ‘membeli’ Greenland, wilayah otonom Denmark, meski pemerintah mereka berkali-kali menegaskan Greenland tidak untuk dijual.
Membayar warga Greenland itu menjadi salah satu dari berbagai opsi yang dibahas Gedung Putih untuk menguasai pulau tersebut, termasuk kemungkinan penggunaan kekuatan militer. Namun, pendekatan dianggap terlalu transaksional dan bahkan merendahkan, terutama bagi masyarakat Greenland.
Penolakan keras datang dari Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen.
“Cukup sudah, tidak ada lagi fantasi tentang aneksasi,” kata Nielsen, dikutip dari Reuters, Jumat (9/1).
Penolakan itu semakin kuat mengingat Amerika Serikat dan Denmark merupakan sekutu NATO yang terikat perjanjian pertahanan bersama. Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, Inggris, dan Denmark merilis pernyataan bersama yang menegaskan hanya Greenland dan Denmark yang berhak menentukan masa depan hubungan mereka, pada Selasa (6/1).
Trump: Greenland Penting untuk Keamanan Nasional
Trump sendiri kembali menegaskan pentingnya Greenland bagi AS. Trump selama ini beralasan Greenland kaya akan sumber daya mineral yang dibutuhkan untuk kepentingan militer canggih. Ia juga menyatakan belahan bumi Barat perlu berada di bawah pengaruh geopolitik AS.
“Kami membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional, dan Denmark tidak akan mampu melakukannya,” kata Trump di atas pesawat Air Force One pada Minggu, (4/1).
“Ini sangat strategis,” lanjutnya.
Perjanjian Asosiasi Bebas Jadi Opsi
Salah satu opsi lain yang dibahas adalah menjalin Compact of Free Association (COFA), seperti yang selama ini diterapkan AS dengan Mikronesia, Kepulauan Marshall, dan Palau.

18 hours ago
4





































