Tiga Eks Petinggi Bank BJB Didakwa Rugikan Negara Rp 671 T Terkait Kredit Sritex

2 weeks ago 32
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Mantan Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi, Senior Executive Vice President Bisnis BJB Beny Riswandi menghadiri sidang kasus perdana dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit PT Sri Rejeki Isman di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (23/12/2025). Foto: Dok. Istimewa

Tiga mantan petinggi Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) menjalani sidang perdana kasus korupsi pemberian fasilitas kredit PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) pada Selasa (23/11) di Pengadilan Tipikor Semarang.

Ketiga terdakwa itu; Mantan Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi, Senior Executive Vice President Bisnis BJB Beny Riswandi dan Kepala Divisi Korporasi dan Komersial Dicky Syahbandinata.

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum Fajar Santoso menyatakan, Yuddy melakukan korupsi pemberian fasilitas kredit kepada PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) dibantu oleh dua terdakwa lainnya.

"Perbuatan terdakwa menimbulkan kerugian keuangan negara atau daerah sebesar Rp671,79 miliar," ujar jaksa.

Jaksa menyebut, awalnya Yuddy memerintahkan Dicky untuk memproses permohonan kredit yang diajukan oleh Sritex. Sebelumnya, Yuddy sudah bertemu dengan direksi Sritex.

Bersama petinggi Sritex, jaksa mendakwa, ketiganya bersekongkol agar penambahan kredit senilai Rp350 miliar bisa diloloskan. Padahal seharusnya Sritex tidak memenuhi kriteria penerima fasilitas kredit tersebut.

Selain itu, Yuddy yang merupakan Ketua Komite Kredit Bank bjb menyetujui penambahan kredit meski perhitungan kelayakan kredit menggunakan data laporan keuangan yang telah direkayasa oleh bos Sritex.

Yuddy juga mengamini penambahan kredit suplesi kepada entitas afiliasi Sritex dengan nilai ratusan miliar rupiah menggunakan metode perhitungan defisit kas. Kendati, berdasarkan analisis awal debitur tidak memenuhi ketentuan tersebut.

"Sritex tidak layak mendapatkan penambahan kredit," jelas dia.

Jaksa juga mengungkap, Yuddy mengarahkan agar suku bunga kredit Sritex diturunkan dari yang semula sekitar 9,58 persen menjadi 6 persen. Penurunan bunga tersebut bahkan diberlakukan secara surut sejak Maret 2021.

"Penurunan suku bunga dilakukan walaupun persyaratan tidak terpenuhi," ungkap jaksa.

Ketiga terdakwa dijerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, serta juncto Pasal 55 KUHP.

Atas dakwaan ini, baik Yuddy dan Beny menyatakan tak mengajukan keberatan.

"Kami sepakat tidak mengajukan eksepsi," ujar kuasa hukum masing-masing terdakwa.

Ilustrasi Sritex Foto: zakir1346/Shutterstock

Namun, langkah berbeda diambil oleh terdakwa Dicky. Ia langsung membacakan nota keberatan di hadapan majelis hakim.

Kuasa hukum terdakwa Dicky, OC Kaligis menegaskan, kliennya tidak memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan kredit.

"Klien kami menjabat sebagai Pemimpin Divisi Korporasi sejak akhir 2017 dan tidak memiliki kewenangan memutuskan pemberian kredit," imbuh Kaligis.

Read Entire Article