Sunbaze terbentuk pada 2023 lalu. Lewat karyanya, Sunbaze mencoba memadukan setiap elemen musik rock alternative tahun '80an dan '90-an dengan sentuhan ambience pada setiap instrumen yang digunakan.
Menurut Iwan, terbentuknya Sunbaze berawal dari ketidaksengajaan. Sunbaze bermula dari keisengan para personel mereka yang ingin nge-band.
"Jadi awal mula terbentuknya Sunbaze itu dari gak sengaja sih. Dari gabut, pengin latihan studioan. Abi (Habibi) sama Yazid duluan studioan, masih kayak cover-cover gitu sih," ujar Iwan.
Habibi kemudian mengajak Meng dan Iwan untuk bergabung. Sampai akhirnya, kehadiran Iyan melengkapi formasi Sunbaze yang masih bertahan hingga saat ini.
Mengenai alasan pemilihan nama, Iwan juga mengaku tak punya filosofi yang spesifik. Iwan bilang, mereka sempat kebingungan saat harus memilih nama band.
"Enggak tahu juga ya kenapa Sunbaze. Udah buat grup gitu, bingung nama band, udah kasih nama Sunbaze aja," ujar Iwan.
"Karena kepikiran kayaknya nama band tuh banyak 'Sun-Sun'-nya di depannya, yaudah Sunbaze aja," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Iyan mengungkapkan bahwa dari awal mereka memang belum kepikiran genre apa yang akan dibawakan.
Sampai di tahun 2024, mereka baru menentukan arah band mereka dan genre apa yang bakal diusung.
"Sampai 2024 pertengahan itu masih belum tahu arahnya mau kemana, musiknya mau gimana," ujar Iyan.
"Terus di pertengahan 2024 udah bareng-bareng setuju kalau musik Sunbaze bakal mainin alternatif shoegaze," tambahnya.
Menurut Iyan, My Bloody Valentine, menjadi band yang menjadi referensinya dalam bermusik. Iyan mengambil referensi melodi, tuning, noise, hingga ambience dari band tersebut.

2 weeks ago
14





































