Hamilton, Kanada (ANTARA) - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kamis (8/1) menyatakan bahwa lembaga-lembaga kemanusiaan terus membantu keluarga rentan di Jalur Gaza di tengah kondisi musim dingin yang parah.
Selain itu, PBB juga memperingatkan bahwa pembatasan oleh Israel menghambat perluasan layanan pendidikan bagi anak-anak.
Mengutip Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), juru bicara PBB Stephane Dujarric dalam konferensi pers mengatakan bahwa meskipun menghadapi berbagai hambatan, PBB bersama mitra kemanusiaannya tetap mendukung keluarga-keluarga paling rentan yang terdampak cuaca musim dingin ekstrem serta konsekuensi serius dari krisis yang telah berlangsung selama dua tahun terakhir.
Ia menekankan bahwa perluasan layanan pendidikan tetap menjadi prioritas penting. Namun, hal itu bergantung pada masuknya pasokan penting secara tepat waktu, yang hingga kini masih ditolak oleh otoritas Israel.
Menurut Dujarric, pihak Israel beralasan bahwa pendidikan tidak dianggap sebagai kegiatan kritis pada fase awal gencatan senjata, yang saat ini masih berlangsung.
Terkait situasi di Tepi Barat yang diduduki, Dujarric mengatakan OCHA melaporkan bahwa dalam dua pekan terakhir, puluhan tenda dan tempat penampungan darurat di komunitas Badui Palestina dan masyarakat penggembala di berbagai wilayah Tepi Barat mengalami kerusakan atau hancur akibat cuaca musim dingin yang buruk.
Dujarric juga memperingatkan soal berlanjutnya pembongkaran bangunan.
Otoritas Israel disebut telah menghancurkan 50 bangunan di Area C dan Yerusalem Timur, yang menyebabkan lebih dari 50 warga Palestina kehilangan tempat tinggal serta memengaruhi mata pencaharian lebih dari 14.000 orang.
Menurut data Palestina, sejak Oktober 2023, pasukan Israel dan pemukim ilegal telah menewaskan sedikitnya 1.102 warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, melukai hampir 11.000 orang, serta menahan sekitar 21.000 orang.
Dalam pendapat penting yang dikeluarkan pada Juli tahun lalu, Mahkamah Internasional menyatakan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah ilegal dan menyerukan evakuasi seluruh permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Sumber: Anadolu
Baca juga: OCHA: Krisis BBM, penutupan jalan hambat bantuan kemanusiaan di Gaza
Baca juga: Gereja Palestina: Israel anggap bantuan kemanusiaan sebagai kejahatan
Penerjemah: Primayanti
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

19 hours ago
3





































