Jakarta (ANTARA) - Sering mendengar istilah penyakit autoimun, tetapi belum banyak yang benar-benar memahami apa saja jenisnya? Autoimun merupakan kelompok penyakit yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh, yang seharusnya melindungi dari infeksi, justru menyerang jaringan sehat.
Kondisi ini tidak hanya satu jenis, melainkan terdiri dari berbagai penyakit dengan gejala, tingkat keparahan, dan dampak yang berbeda-beda. Dengan mengenal jenis-jenis autoimun sejak dini, masyarakat dapat lebih waspada terhadap tanda-tanda yang muncul dan mengambil langkah penanganan yang tepat.
Berikut ini adalah jenis-jenis penyakit autoimun, berdasarkan informasi yang telah dihimpun dari berbagai sumber.
Jenis-jenis gangguan autoimun
Penyakit autoimun memiliki ragam yang sangat luas. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 80 jenis penyakit yang termasuk dalam kelompok autoimun. Meski demikian, ada beberapa jenis yang cukup sering dijumpai di masyarakat, antara lain sebagai berikut.
1. Lupus: Lupus terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri, sehingga memicu peradangan pada berbagai bagian tubuh.
2. Diabetes tipe 1: Jenis autoimun ini menyerang pankreas dan umumnya ditandai dengan rasa haus berlebihan, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, serta tubuh yang lebih rentan terhadap infeksi.
3. Artritis reumatoid: Kondisi ini menyebabkan peradangan pada sendi, yang dapat menimbulkan pembengkakan, nyeri, hingga perubahan bentuk sendi seiring waktu.
4. Systemic Lupus Erythematosus (SLE): SLE merupakan bentuk lupus sistemik yang dapat mempengaruhi berbagai organ, seperti kulit, sendi, ginjal, dan otak, dengan gejala yang bervariasi pada setiap penderitanya.
5. Penyakit radang usus (IBD): IBD merupakan peradangan kronis pada saluran pencernaan yang dapat berlangsung dalam jangka panjang.
6. Penyakit Addison: Gangguan ini terjadi akibat produksi hormon yang tidak mencukupi, sehingga menimbulkan keluhan seperti kelelahan berkepanjangan, nyeri perut, serta penurunan nafsu makan.
7. Penyakit Graves: Penyakit graves menyebabkan produksi hormon tiroid berlebih. Penderitanya dapat mengalami rasa gelisah, frekuensi buang air besar meningkat, dan gangguan tidur.
8. Psoriasis: Psoriasis ditandai dengan munculnya sisik kulit yang tebal dan kemerahan, disertai bercak gatal yang sering muncul di area lutut, siku, dan kulit kepala.
9. Multiple sclerosis: Penyakit ini menyerang sistem saraf pusat, termasuk otak dan sumsum tulang belakang, dan dapat mengganggu fungsi tubuh hingga menyebabkan kelumpuhan.
10. Sindrom Guillain-Barre: Kondisi ini ditandai dengan kelemahan otot, sensasi kesemutan, mudah lelah, serta gangguan keseimbangan. Pada kondisi yang lebih berat, dapat berkembang menjadi kelumpuhan.
11. Vaskulitis: Vaskulitis dapat dikenali melalui gejala demam, penurunan berat badan secara tiba-tiba, kelelahan, hilangnya nafsu makan, serta munculnya ruam pada kulit.
12. Myositis: Myositis menyebabkan nyeri dan kelemahan otot di seluruh tubuh, sehingga penderitanya kesulitan beraktivitas, seperti bangun dari posisi duduk atau tidur, bahkan saat menelan. Salah satu jenisnya, dermatomiositis, juga ditandai dengan munculnya ruam merah, sisik, dan benjolan pada kulit.
Baca juga: Mengenal penyakit autoimun: Pengertian, bahaya, dan gejala awalnya
Baca juga: Tiga ilmuwan raih Nobel Kedokteran berkat temuan terkait sistem imun
Baca juga: Myasthenia Gravis bisa sebabkan kematian bila terlambat ditangani
Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

2 days ago
10





































