Moskow (ANTARA) - Situasi di wilayah selatan dan pesisir Suriah masih menantang dan membutuhkan dukungan dari organisasi kemanusiaan, kata Direktur Operasi Komite Internasional Palang Merah (ICRC) Yasmine Praz Dessimoz kepada RIA Novosti.
"Meningkatnya aksi kekerasan secara tiba-tiba pada Juli 2025 menelan lebih dari 1.500 nyawa, menghancurkan seluruh desa, dan menyebabkan hampir 200 ribu orang mengungsi di As Suwayda, Daraa, dan Rif Dimashq," kata Praz Dessimoz.
"Hingga saat ini, situasi di sana tetap mengerikan, tanpa adanya penyelesaian politik yang terlihat," imbuhnya.
Pecahnya aksi kekerasan di daerah pesisir Suriah telah mendorong ribuan orang untuk melarikan diri dari negara itu. ICRC telah mencatat 37.000 kasus orang hilang, tetapi percaya bahwa angka itu hanya sebagian kecil dari jumlah yang sebenarnya, kata Praz Dessimoz.
Meskipun menghadapi kesulitan besar, Palang Merah terus bekerja di lapangan, memberikan bantuan dalam pencarian orang hilang dan dalam situasi darurat, katanya.
"Bantuan kemanusiaan tetap menjadi penyelamat bagi warga Suriah, sementara lebih banyak yang perlu dilakukan untuk mendukung pemulihan dan rekonstruksi awal negara tersebut. Menghentikan bantuan sekarang akan memperdalam penderitaan dan menghambat transisi Suriah yang rapuh," kata Praz Dessimoz.
Pada Desember, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyatakan bahwa dua pertiga penduduk Suriah, atau lebih dari 16 juta orang, membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Dalam hal pendidikan, 2,5 juta anak masih belum bersekolah, dan 40 persen sekolah tidak beroperasi, kata kantor tersebut. Tingkat kontaminasi wilayah Suriah yang tinggi dengan sisa-sisa bahan peledak perang juga tetap menjadi ancaman serius bagi penduduk, tambahnya.
ICRC telah beroperasi di Suriah sejak 1967, memberikan bantuan kemanusiaan kepada penduduk yang rentan.
Sumber: Sputnik-OANA
Baca juga: Warga Aleppo mengungsi akibat bentrokan antara tentara Suriah dan SDF
Baca juga: Satu orang tewas akibat bom bunuh diri di Aleppo, Suriah
Baca juga: Suriah siapkan mata uang baru, penukaran dimulai 1 Januari
Penerjemah: Katriana
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

21 hours ago
2





































