Moskow (ANTARA) - Denmark dan Greenland berupaya meyakinkan para anggota parlemen Amerika Serikat bahwa Greenland tidak ingin dibeli oleh AS dan bahwa Kopenhagen tidak memiliki kepentingan untuk menjual wilayah tersebut, lapor Politico, Jumat.
Pada Kamis (8/1), Associated Press melaporkan bahwa para penasihat Presiden AS Donald Trump menggelar pertemuan dengan perwakilan Denmark dan Greenland di Gedung Putih. Pertemuan tersebut digelar terkait pernyataan AS mengenai kemungkinan mengambil alih kendali atas Greenland.
Politico yang mengutip seorang diplomat Uni Eropa, melaporkan bahwa sebagian besar diplomasi berlangsung secara tertutup. Duta Besar Denmark untuk AS, Jesper Moller Sorensen, bersama perwakilan Greenland di Washington, Jacob Isbosethsen, disebut terlibat dalam perdebatan sengit dengan para anggota parlemen di Capitol Hill.
Kedua utusan itu disebut berupaya meyakinkan sebanyak mungkin anggota parlemen bahwa Greenland tidak ingin dibeli oleh AS dan Denmark tidak tertarik pada kesepakatan semacam itu.
Pejabat Denmark dijadwalkan menggelar pertemuan resmi dan memberikan pembaruan terkait isu tersebut dalam pertemuan para duta besar Uni Eropa pada Jumat, kata dua diplomat Eropa kepada Politico.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Rabu (7/1) mengatakan berencana bertemu dengan otoritas Denmark pekan depan untuk membahas situasi seputar Greenland.
Trump telah berulang kali menyatakan bahwa Greenland seharusnya menjadi bagian dari AS, dengan alasan kepentingan strategis bagi keamanan nasional dan pertahanan “dunia bebas”, termasuk dari China dan Rusia.
Menanggapi pernyataan Trump tersebut, mantan Perdana Menteri Greenland Mute Egede menegaskan bahwa pulau tersebut tidak untuk dijual.
Sebelumnya pada 3 Januari, Trump mengatakan kepada majalah The Atlantic bahwa AS “sangat membutuhkan” Greenland, dengan klaim pulau itu “dikelilingi oleh kapal Rusia dan China.”
Senada, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen kemudian mendesak Trump untuk menghentikan ancaman aneksasi terhadap Greenland.
Adapun pada 4 Januari, Katie Miller, istri Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller, mengunggah gambar peta Greenland berwarna bendera AS di platform X dengan keterangan “SEGERA.”
Menanggapi hal tersebut, Sorensen mengatakan Kopenhagen mengharapkan penghormatan terhadap keutuhan wilayah kerajaan Denmark, sementara pejabat Greenland menyebut unggahan itu tidak menghormati kedaulatan Greenland.
Greenland merupakan koloni Denmark hingga 1953. Pulai itu tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark setelah memperoleh otonomi pada 2009, dengan kewenangan untuk mengatur diri sendiri dan menentukan kebijakan domestik.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Uni Eropa serukan kesiapan konfrontasi langsung dengan Trump
Baca juga: Gedung Putih: Trump bidik Greenland demi blokir agresi China-Rusia
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

18 hours ago
3





































