Seorang pengunjuk rasa memegang poster Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, Iran, Jumat, 20 Juni 2025.
REPUBLIKA.CO.ID, ISFAHAN -- Slogan baru dilaporkan muncul di tengah demonstrasi warga Iran yang telah memasuki hari ke-13 pada Jumat (9/1/2026). "Bukan Gaza, bukan juga Lebanon, hidupku untuk Iran," demikian slogan terbaru yang diteriakkan para demonstran di jalan-jalan kota Asghrabad di provinsi Isfahan, seperti dilaporkan Iran International.
Menurut Iran International, slogan itu menjadi signifikan sebagai ekspresi para demonstran yang menolak arah proyeksi kekuatan Iran di Asia Barat sementara standar hidup warga di dalam negeri terus memburuk. Diketahui, Republik Islam Iran di bawah kepemimpinan Ayatollah Ali Khamenei telah beberapa dekade ikut membantu kelompok pejuang militan di luar Iran seperti Hizbullah di Lebanon dan Hamas dan Jihad Islam Palestina di Gaza.
Memasuki hari ke-13, demonstrasi dilaporkan terjadi di 26 provinsi di Iran. Di beberapa kota, seperti dilaporkan India Today, Jumat (9/1/2026), para demonstran meneriakkan slogan menuntut dikembalikannya era dinasi Pahlavi, yang digulingkan lewat Revolusi Islam pada 1979.
Aksi protes yang berubah menjadi kerusuhan di beberapa daerah memicu respons tegas dari aparat dan hingga kini dilaporkan setidaknya 45 orang tewas dan 20 ribu lainnya ditahan. Kota di bagian barat Iran, Malekshahi menjadi salah satu titik mematikan aksi massa. Aparat dilaporkan melepaskan tembakan ke arah demonstran yang mengakibatkan lima orang tewas dan melukai 30 lainnya.
Menurut laporan Iran International, saksi mata menggambarkan pemerintah mulai mengerahkan pengerahan aparat besar-besaran, penahanan massal, dan penggunaan amunisi untuk tetap memegang kontrol. Pada Senin lalu, Kepala Kehakiman Iran Gholamhossein Mohseni Ejei menerbitkan peringatan keras bahwa tidak akan ada "kemurahan hati" terhadap mereka yang terlibat kerusuhan.
Dia menginstruksikan para penegak hukum di seluruh penjuru Iran untuk menangkapai perusuh dan mereka yang dituduh membantu massa rusuh termasuk pihak-pihak yang "tidak terlihat di jalanan". Pemerintah Iran telah berulang kali menyalahkan intervensi pihak asing atas munculnya kerusuhan demo, di mana Kementerian Luar Negeri Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel ikut menghasut kerusuhan.

18 hours ago
3





































