Beijing (ANTARA) - Juru Bicara Kementerian Perdagangan China He Yadong pada Kamis (8/1) mengatakan bahwa kesediaan China untuk terus memperdalam hubungan ekonomi dan perdagangan dengan Venezuela akan tetap tidak berubah terlepas dari perubahan situasi politik di Venezuela.
Pernyataan tersebut disampaikan He saat merespons pertanyaan terkait dalam sebuah konferensi pers rutin.
Dia mengatakan bahwa tindakan hegemonik Amerika Serikat (AS) telah secara serius melanggar hukum internasional dan kedaulatan Venezuela, serta mengancam perdamaian dan keamanan di Amerika Latin.
"China dengan tegas menentang hal ini," ujarnya.
Jubir Kemendag China itu juga menekankan bahwa kerja sama ekonomi dan perdagangan antara China dan Venezuela merupakan kolaborasi antara negara-negara berdaulat, yang dilindungi oleh hukum internasional serta hukum kedua negara, dan bahwa tidak ada negara lain yang berhak untuk ikut campur.
Lebih lanjut dia juga mengatakan bahwa China selalu berpegang pada prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan dalam melakukan kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan negara-negara Amerika Latin, serta tidak pernah berupaya memperluas pengaruh atau menargetkan pihak ketiga mana pun.
"Komplementaritas ekonomi berfungsi sebagai fondasi yang kokoh bagi kerja sama ekonomi dan perdagangan China-Amerika Latin, yang dicirikan oleh keterbukaan, inklusivitas, dan hasil yang saling menguntungkan," kata He.
China akan terus bekerja sama dengan negara-negara Amerika Latin dalam merespons perubahan global melalui solidaritas dan kerja sama, melaksanakan kerja sama ekonomi dan perdagangan berdasarkan prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan, serta mencapai pembangunan bersama.
Pewarta: Xinhua
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

19 hours ago
3





































