Seorang bocah sekolah dasar berinisial WS (11 tahun), perempuan, dianiaya seorang perempuan dewasa berinisial NK di depan toko alat tulis di Jalan Gajah Mada, Kota Denpasar, Bali, Sabtu (3/1), sekitar pukul 08.00 WITA.
NK merupakan pacar dari bapak WS. Ia tak terima WS mengejeknya sebagai “pelakor—perebut lelaki orang”.
Aksi penganiayaan tersebut viral dan menjadi sorotan warganet di media sosial. Salah satu yang menuai kecaman adalah sikap bapak korban yang berada di lokasi kejadian, namun diduga membiarkan pelaku menganiaya anaknya.
“(Hubungan ayah dan ibu kandung) sudah cerai,” kata salah satu kakak kandung korban, berinisial KW, saat dihubungi, Jumat (9/1).
KW menuturkan, peristiwa ini bermula ketika bapak korban mengantar WS untuk mengikuti pertandingan pencak silat di salah satu GOR di Denpasar. Dalam perjalanan, pelaku menelepon bapak korban dan meminta bertemu dengan WS.
Pelaku, bapak, dan korban akhirnya bertemu di depan toko alat tulis tersebut.
“Saat bertemu, korban ditegur agar tidak lagi menyebut pelaku sebagai pelakor, seperti yang terlihat dalam video yang beredar,” kata KW.
KW enggan menjelaskan lebih lanjut awal mula korban memanggil pelaku dengan sebutan pelakor. Namun, berdasarkan video yang beredar di media sosial, korban tampak dipukul beberapa kali oleh pelaku.
Dalam laporan ke polisi, korban mengaku rambutnya dijambak, pipinya dicakar, serta mulutnya diremas oleh pelaku. Akibat penganiayaan itu, wajah korban mengalami luka gores yang cukup dalam.
“Adik saya mengalami luka di pipi kiri dan kanan,” ujarnya.
Kapolsek Denpasar Utara, Iptu I Wayan Juwahyudi, mengatakan keluarga korban telah melaporkan kasus tersebut secara resmi ke kepolisian.
Penyidik telah meminta keterangan awal dari korban dan bapak korban, serta masih mengumpulkan sejumlah alat bukti untuk mengusut tuntas kasus ini.
“Kasus ini masih dalam penyelidikan. Kami juga sedang mengajukan permohonan visum untuk korban,” kata Juwahyudi saat dikonfirmasi.

18 hours ago
6





































