Moskow (ANTARA) - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bersama dengan Presiden AS Donald Trump membahas "kebutuhan untuk mencegah" Rusia di wilayah Arktik, kata Kantor Perdana Menteri dalam sebuah pernyataan pada Kamis (8/1).
"Kedua pemimpin membahas keamanan Euro-Atlantik dan sepakat tentang perlunya mencegah Rusia di Kutub Utara. Sekutu Eropa telah meningkatkan upaya dalam beberapa bulan terakhir untuk membela kepentingan Euro-Atlantik, tetapi lebih banyak yang dapat dilakukan untuk melindungi wilayah tersebut," kata pernyataan itu.
Pernyataan itu menyebutkan bahwa kedua pemimpin berharap dapat segera berbicara lagi.
Starmer juga berbicara dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte pada Kamis malam tentang perlunya "menghalangi" Rusia di Kutub Utara, kata Downing Street dalam pernyataan terpisah.
"Sekretaris Jenderal kemudian memberikan informasi terbaru tentang pertemuan Dewan Atlantik Utara pagi ini. Mereka sepakat bahwa ada lebih banyak upaya yang perlu dilakukan untuk mencegah Rusia di Kutub Utara," menurut pernyataan tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia telah menyoroti aktivitas NATO yang belum pernah terjadi sebelumnya dan adanya peningkatan pasukan di dekat perbatasan baratnya.
Kremlin menyatakan bahwa Rusia tidak mengancam siapa pun, tetapi tidak akan mengabaikan tindakan yang berpotensi membahayakan kepentingannya.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Rusia: NATO tingkatkan aktivitas militer di kawasan Kutub Utara
Baca juga: Kanada: Rusia, China punya kepentingan intelijen signifikan di Arktik
Baca juga: Laporan: Wilayah Arktik alami tahun terhangat dalam sejarah sejak 1900
Penerjemah: Katriana
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

21 hours ago
2





































