REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Shohib menyayangkan pelaporan komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya oleh pihak yang mengklaim Pemuda NU. Menurutnya, pelaporan itu justru cermin dari 'cengengnya' pemuda NU.
Gus Salam mengamati sikap mudah tersinggung dalam menghadapi kejadian dan mengedepankan prasangka daripada mendalami fakta.
"Itu tindakan emosional yang jauh dari karakter mandiri untuk bisa memahami dan bersikap secara elegan. Sebaliknya, apa yang dilakukan Pandji Pragiwaksono dalam 'Mens Rea' Stand Up Comedy yang dilaporkan tidak lebih dari mengungkap ‘keganjilan’ dari praktek berdemokrasi, berpolitik dan bernegara di Indonesia," kata Gus Salam dalam keterangannya pada Jumat (9/1/2026).
Gus Salam mengamati Pandji hanya mengekspresikan keganjilan secara verbal dan dikemas dalam lawakan tunggal bernuansa kritik. Materi lawakan Pandji, kata Gus Salam, terkait “NU terlibat dalam politik praktis dan mendapat imbalan konsesi tambang” itu, juga telah menjadi materi yang tertanam di pikiran banyak kalangan internal NU.
"Diperbincangkan dan cenderung jadi lelucon Nahdliyyin di banyak tempat, setelah diungkap Pak Prabowo saat kandidat Capres 2024," ujar Gus Salam.
Wakil Ketua PWNU Jawa Timur 2018-2023 itu berkata soal NU (PBNU) terlibat politik praktis sudah menjadi konsumsi publik. Hal itu menurutnya telah menjadi bahan kajian dan perdebatan di forum-forum lokal hingga nasional oleh banyak segmentasi masyarakat baik internal maupun eksternal NU.
"Indikatornya jelas terlihat dan teramati oleh masyarakat sepanjang 2023-2024 baik jelang, saat dan paska hajatan Pilres 2024," ujar Gus Salam.
Gus Salam melanjutkan, mengenai NU (PBNU) mendapat imbalan konsesi tambang atas peran langsung maupun tidak langsung dari praktek politik praktis itu, menurutnya hal itu bukan prasangka. Tapi cara berpikir yang bisa diterima dalam memahami relasi kuasa terhadap praktek politik penguasa dengan aktor-aktor politik dari berbagai kelompok atau organisasi kemasyarakatan.
"Karenanya bagi saya, materi yang dibawakan Pandji Pragiwaksono dalam lawakan tunggal 'Mens Rea' adalah materi yang mewakili pikiran kritis banyak kalangan; mengungkap fakta ganjil, bukan fitnah dari praktek bernegara," ucap Gus Salam.
Gus Salam menyebut faktanya juga, konflik antarpimpinan di PBNU saat ini pun salah satunya dilatari oleh isu konsesi tambang yang diterima dan dikelola melalui korporasi yang dipimpin oleh para pimpinan PBNU.
"Maka, tidak selayaknya komedian Pandji Pragiwaksono dilaporkan pidana atas ungkapan verbal yang berangkat dari pikiran jujur berdasar keyakinan, sejalan dengan pikiran jujur banyak kalangan termasuk Nahdliyyin, terkait isu politik praktis dan imbalan konsesi tambang oleh PBNU," ujar Gus Salam.
Sebelumnya, Rizki Abdul Rahman Wahid yang mengklaim sebagai pemuda NU melaporkan Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya atas dugaan pidana ‘menyinggung NU’ menerima konsesi tambang.

18 hours ago
6





































